Kamis, 22 Maret 2018

Cara Membuat Minitur Truk Dari Kardus

CARA MEMBUAT MINIATUR TRUK DARI KARDUS

1. Pastiin dulu mau buat truk yang kayak apa


Nah ini saya saranin googling dulu, liat model-model truk yang kira-kira mau dibuat. Kalau rasanya punya skill yang keren dan waktu pengerjaan yang lama ya bisa ambil contoh truk yang rumit, nah pengalaman saya waktu itu deadline nya cuma 1 minggu di tengah kepadatan sebagai siswa yang rajin (lebay) jadi ngambil contoh truk yang biasa aja kayak ini nih

                                                                

2. Nah udah nentuin model truk yang bakal dibuat selanjutnya dibayang-bayang dulu gimana sketsa bagian-bagian yang bakal dirangkai, trus juga berapa ukurannya juga

3. Selanjutnya dirancang deh sketsanya
Untuk perancangan sketsa tidak perlu harus bagus-bagus dan rapi, tapi kita sendiri harus mengerti maksud sketsa yang kita buat tersebut, karena pengalaman saya membuat miniatur hanya coretan-coretan. Bagaimana menentukan ukuran?

Pengalaman saya pribadi di sketsa saya cuma membuat ukuran-ukuran yang harus sama, seperti bak truk yang berbentuk balok, ada panjang-panjangnya yang harus sama. Antara tinggi bak dengan tinggi bagian kepala beda sedikit, nah nanti baru di proses menuangkan sketsa ke kardus bisa dikira-kira berapa ukurannya. Tetapi kalau sudah bisa langsung memperkirakan ukuran alangkah baiknya.

Penting juga di sketsa harus ada garis putus-putus menandakan bagian itu bisa ditekuk.
Contoh sketsa saya yang sangat-sangat amburadul, mohon jika ada yang melihat buat lebih bagus saja haha 


4. Nah saatnya sediakan alat dan bahan:


-Kardus, usahakan yang dasarnya agak kuat
-cutter
-pensil
-penggaris
-lem
-gunting 
-karton
-pewarna
-kawat untuk ban 
-segala hal yang dirasa masih perlu

5. Oke mulai lah berkreasi menuangkan sketsa ke kardus

6. Kalau sudah selesai tinggal diwarnai dan dihias sesuai keinginan
Contoh punya ane yang udh selesai.



Sekian Terima Kasih..

Cara Mencangkok Pohon Mangga

CARA MENCANGKOK POHON MANGGA


Cara Mencangkok Pohon Mangga - Mencangkok pohon mangga adalah cara paling mudah dan juga paling murah untuk memperbanyak pohon mangga. Proses pencangkokan dilakukan supaya pohon mangga yang dicangkok memiliki keturunan yang lebih baik dari pohon yang dicangkok, sehingga pohon mangga menghasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik dan maksimal dibanding pohon indukan.

Pohon mangga adalah salah satu tanaman dikotil sehingga untuk memperbanyak tanaman jenis ini bisa di lakukan dengan mudah. Perbanyakan dengan cara vegetatif merupakan salah satu cara termudah untuk mendapatkan bibit yang berkualitas dari si induknya, cara vegetatif ini bisa dilakukan dengan cara cangkok maupun stek batang.

Cara mencangkok pohon mangga sendiri cukup mudah, dan bisa dilakukan oleh siapapun bahkan yang awam tentang dunia perkebunan sekalipun, karena yang dibutuhkan untuk mencangkok pohon mangga hanyalah niat untuk melakukannya karena cara mencangkok pohon mangga hanya membutuhkan beberapa step sederhana.


Kelebihan Mencangkok Pohon Mangga

  1. Mendapatkan pohon mangga yang dapat berbuah lebih cepat dibanding pohon yang dihasilkan dari biji.
  2. Kualitas buah mangga yang dihasilkan dari pohon cangkokan memiliki kualitas yang sama bahkan lebih baik daripada pohon induknya.
  3. Memdapat banyak pohon yang dihasilkan dari indukan hanya dalam kurun waktu 30 hari
  4. Tingkat keberhasilan tinggi jika dibanding jenis pengembangbiakan vegetatif lain seperti stek, menempel tunas atau sambung pucuk

Kekurangan Mencangkok Pohon Mangga

  1. Pohon mangga yang diperoleh dari hasil cangkok mudah roboh, ini dikarenakan pohon hasil cangkokan mempunyai akar jenis serabut yang rada rapuh dibanding pohon yang berasal dari perkembangbiakan melalui biji.
  2. Pohon yang dihasilkan kurang tahan terhadap kekeringan
  3. Tajuk pohon indukan menjadi rusak karena cabang banyak yang dipotong

Cara Mencangkok Pohon Mangga


Sebelum memulai proses pencangkokan pohon mangga perhatikan dahulu hal-hal dibawah ini.
  1. Pastikan pohon mangga yang akan Anda cangkok adalah jėnis pohon yang memiliki buah yang baik dan berkualitas.
  2. Usahakan mėmilih batang atau cabang pohon mangga dengan posisi lurus dan tidak tėrnaung, supaya proses fotosintėsis pada pohon mangga bėrjalan lancar, sėkaligus juga dapat mėrangsang pėrtumbuhan akar pada cabang/batang yang dicangkok.
  3. Pilih dahan/ranting paling bagus dan sėhat (menurut pengamatan Anda) sėrta bėrukuran tidak tėrlalu bėsar, kurang lėbih sėbėsar jėmpol tangan. Usahakan juga cari dahan/ranting yang banyak buahnya.
  4. Bėri jarak cangkokan lebih kurang 10 cm dari batang pohon mangga.

Bahan dan Alat-alat yang Dibutuhkan

  1. Serabut kelapa atau Pelastik untuk menutup cangkokan
  2. Tanah yang lembab dan yang mengandung unsur hara
  3. Pisau (usahakan yang tajam dan tidak berkarat)
  4. dan pengikat (tali rafia atau sejenisnya)

Tahap Proses Pencangkokan

Cara Mencangkok Pohon Mangga
  1. Batang pohon mangga yang akan di cangkok Anda kupas kulit luarnya dengan panjang 15 cm menggunakan pisau.
  2. Setelah batang/dahan pohon mangga terkelupas kulitnya tanpa sisa sekarang tinggal membungkus kupasan batang/dahan pohon mangga tersebut.
  3. Tempelkan tanah dan kemudian bungkuslah menggunakan serabut kelapa atau bisa juga dengan menggunakan plastik transparan yang telah Anda lubangi.
  4. Tali kedua ujung bungkus cangkokan dengan tali hingga dirasa cangkokan tidak mudah bergeser (jangan terlalu kencang).
  5. Tahap terahkir proses pencangkokan adalah dengan menyiram bagian batang/dahan cangkokan yang telah Anda bungkus menggunakan air setiap pagi dan sore hari.
       Setelah semua proses tahapan selesai sekarang tinggal menunggu lebih kurang selama 30           hari sembari melakukan penyiraman secara rutin hingga akar mulai tumbuh.


       Itulah sedikit ulasan mengenai tahap-tahapan Cara Mencangkok Pohon Mangga.

 Sekian terima kasih.

Kamis, 18 Januari 2018

pertempuran 10 november by krisna nur

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Britania Raya. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.[2]

 Gambar terkait
 
Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan. Pasukan sekutu mendapatkan perlawanan dari pasukan dan milisi Indonesia.
Selain Bung Tomo terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam menggerakkan rakyat Surabaya pada masa itu, beberapa datang dari latar belakang agama seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai/ulama) sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung alot, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran ini mencapai waktu sekitar tiga minggu.
Setidaknya 6,000 - 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya.[2] Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 - 2000 tentara.[3] Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.